Carian

Apa yang ada?

Showing posts with label Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Ilmiah. Show all posts

Jan 26, 2016

Iman bertemu Pencipta


Perkara utama yang perlu ada dalam diri seorang muslim adalah ketauhidan kepada Allah dan menjauhi kesyirikan. Oleh kerana itu, seorang muslim harus mempunyai akidah yang benar, tauhid yang murni dan ilmu pengetahuan yang mampu meneranginya menuju jalan keredhaan Allah swt. Semua ini perlunya pemahaman yang jitu dalam ilmu mengenai keimanan (rububiyyah), ketuhanan (uluhiyah) dan nama serta sifat-sifatNya (asma' wa sifat).

Ibnu al-Qayyim merangkumkan maksud ini dalam kata-katanya yang begitu mendalam, "Bukti penghambaan itu terdapat dalam sifat rendah diri, tenang, selalu bertaubat, melakukan segala perintah Tuhan, menjauhi larangan dan selalu memerlukanNya, berpegang kepadaNya, memohon pertolongan denganNya, bertawakal dan berlindung kepadaNya serta hatinya tidak terpaut dengan selainNya sama ada dalam hal kasih sayang, takut dan berharap."

Ungkapan itu menunjukkan bahawa dia adalah seorang hamba dalam semua aspek, sama ada dalam sekecil-kecil serta sebesar-besar perkara, soal ketaatan, hidup dan mati. Keimanan adalah kekuatan dahsyat yang meninggikan seorang mukmin dari setiap kekuatan dan keinginan dunia.

Dari titik tolak keimanan ini juga Imam al-Syafi'e pernah berkata, "Jika aku hidup, maka aku tidak menjadi lemah miskin. Dan jika aku mati, maka aku tidak menjadi orang yang hina di kuburan. Hal itu kerana cita-citaku adalah cita-cita seorang raja. sedangkan jiwaku adalah jiwa yang merdeka meskipun engkau lihat menghinakan."

SubhanAllah! Seorang mukmin berkeyakinan bahawa hidup dan matinya berada di tangan Allah. Sesungguhnya Allah swt tidak menyelamatkan seseorang dari ketetapan meskipun mereka berwaspada. Apabila manusia bersekongkol untuk mencelakakan seseorang dengan suatu hal, maka hal itu tidak akan terjadi tanpa izin dan ketetapan Allah swt! Kematian bukan kerana keberanian dan sebaliknya keselamatan bukan kerana ia bersembunyi.

Sebagaimana firman Allah swt : "Di mana sahaja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh." (An-Nisa' : 78)

Disaat hati orang lain meminta kelapangan, hati mukmin bergetar menanti saat bertemu penciptanya. Teringat akan kisah sahabat baginda Nabi saw, Khubaib bin Adi r.a yang dikenali sebagai pahlawan agung di tiang salib. Ketika beliau diikat di tiang salib, beliau sempat berkata; "Aku tidak peduli sekiranya terbunuh dalam keadaan mukmin. Di manapun aku bersandar, tetap sahaja Allah tempatku kembali!"

Ia memiliki rohani yang kuat, jiwa yang tenang dan iman yang kukuh. Seorang yang patut diteladani dalam kesetiaan, pengorbanan dan keteguhan memegang agama Allah swt. Sentiasa terkehadapan sebagai pembela Rasulullah. Aku amat mengaguminya...

Penyair Rasulullah saw, Hassan bin Tsabit memujinya dalam untaian kalimat yang indah :

Ia bagaikan Helang,
Seorang yang terhormat di tengah kaum Ansor
Bersifat toleransi, tulus dan setia..

Dan Allah menurunkan ayat yang memuji pahlawan agung ini,

“Dan diantara manusia ada orang yang menjual diri mereka untuk mendapatkan keredhaan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya."
(al-Baqarah: 207)

Saat iman adalah ruh agama, tulang-tulang ibadah yang dicurahkan melalui perkataan, amalan, pemberian, pencegahan, kecintaan dan kebencian sesuatu perkara sama ada secara sembunyi atau terang-terangan hanyalah untuk mencari redha Allah swt.

Fudhail bin Iyad berkata : "Sesiapa yang takut kepada Allah swt maka dia tidak akan disakiti oleh sesiapapun dan sesiapa takut pada selain Allah swt, maka ia tidak akan memberi manfaat kepadanya."

Kuasa iman, ia punyai pengaruh luar biasa pada dua perkara penting yang selalu mengendalikan kehidupan manusia iaitu rezeki dan kehidupan serta rasa takut. Untuk itu, biar takut, taqwa dan pergantungan ini hanya untuk Allah swt.

Kupasan :
*Panduan Menambat Hati : Pendakwah Bermagnet
*Nazhah al-Fudhala (2/270)
*Kitab Az-Zuhd

--Menulis dengan tangan yang berbekas luka, lebih baik daripada memaknai dengan hati yang penuh leka--

Jan 16, 2012

Orang-Orang Munafik


 Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman..
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sedar..
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta..
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”.. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan“..
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sedar..
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”.. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu..
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”.. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”..
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka..
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk..
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat..
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati.. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir..
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka.. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti.. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu..


--> Terjemahan al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 8-20 <--


*Ada yg bertanya pd diri ini, apa bukti kau beriman?!!*
Terkedu,terkaku..Hanya hati yg menjawab..